Disini akan membahas tentang
Arsitektur Web dan Aplikasi Utama. Apa sih Arsitektur Web? Struktur rancangan (desain) web agar dapat
tersusun suatu informasi yang tepat (terorganisasi) dan mudah ditemukan isinya.
Definisi arsitektur informasi menyerupai definisi sebuah buku. Dimana sebuah
buku adalah informasi yang isinya dibagi atau diorganisasikan dalam suatu bab,
dan bab-bab terdiri dari sub bab yang ditunjukkan pada daftar isi. Namun
arsitektur informasi web jelas berbeda dengan buku. Arisitekur menurut bahasa adalah
cara atau ilmu untuk membuat dan mendesain suatu karya agar karya tersebut bisa
menjadi lebih bagus dan mempunyai suatu nilai estetika. Sedangkan website atau
situs juga dapat diartikan sebagai kumpulan halaman yang menampilkan informasi
data teks, data gambar diam atau gerak, data animasi, suara, video dan gabungan
dari semuanya, baik yang bersifat statis maupun dinamis yang membentuk satu
rangkaian bangunan yang saling terkait dimana masing-masing dihubungkan dengan
jaringan-jaringan halaman (hyperlink). Kemudian kita akan masuk ke Aplikasi
Utama untuk mengetahui tentang macam macam aplikasi yang digunakan di dalam
dunia web.
Dibawah ini ada 4 poin
penting dalam sebuah arsitektur web dan aplikasi utamanya, serta penjelasan
dari macam macam poin tersebut.
1.
HTTP, HTML, Internet, Web
Server, Browser, Transactions
A.
HTTP
Hypertext
Transfer Protocol (HTTP) adalah sebuah protokol jaringan lapisan aplikasi yang
digunakan untuk sistem informasi terdistribusi, kolaboratif, dan menggunakan
hipermedia. Penggunaannya banyak pada pengambilan sumber daya yang saling
terhubung dengan tautan, yang disebut dengan dokumen hiperteks,yang kemudian
membentuk World Wide Web pada tahun 1990 oleh fisikawan Inggris, Tim
Berners-Lee.HTTP adalah sebuah protokol meminta/menjawab antara klien dan
server.
B.
HTML
HTML (
Hypertext MarkUp Language) adalah sebuah bahasa markup yang digunakan untuk
membuat sebuah halaman web, menampilkan berbagai informasi di dalam sebuah
penjelajah web Internet dan pemformatan hiperteks sederhana yang ditulis dalam
berkas format ASCII agar dapat menghasilkan tampilan wujud yang terintegerasi.
Dengan kata lain, berkas yang dibuat dalam perangkat lunak pengolah kata dan
disimpan dalam format ASCII normal sehingga menjadi halaman web dengan
perintah-perintah HTML. HTML saat ini merupakan standar Internet yang
didefinisikan dan dikendalikan penggunaannya oleh World Wide Web Consortium
(W3C). HTML dibuat oleh kolaborasi Caillau TIM dengan Berners-lee Robert ketika
mereka bekerja di CERN pada tahun 1989 (CERN adalah lembaga penelitian fisika
energi tinggi di Jenewa).
C.
Internet
Internet
atau disebut juga interconnection-networking adalah seluruh jaringan komputer
yang saling terhubung menggunakan standar sistem global Transmission Control
Protocol/Internet Protocol Suite (TCP/IP) sebagai protokol pertukaran paket
(packet switching communication protocol) untuk melayani miliaran pengguna di
seluruh dunia.
D.
Web Server
Server web
atau peladen web dapat merujuk baik pada perangkat keras ataupun perangkat
lunak yang menyediakan layanan akses kepada pengguna melalui protokol
komunikasi HTTP atau HTTPS atas berkas-berkas yang terdapat pada suatu situs
web dalam layanan ke pengguna dengan menggunakan aplikasi tertentu seperti
peramban web.
E.
Browser
Browser adalah sebuah aplikasi
perangkat lunak yang digunakan untuk menampilkan halaman Web. Microsoft Internet Explorer,
Netscape Navigator, Mozilla adalah contohnya. Pendeknya untuk Web browser,
merupakan aplikasi perangkat lunak digunakan untuk menemukan, mengambil dan
juga menampilkan konten di World Wide Web, termasuk halaman Web, gambar, video
dan file lainnya. Sebagai model klien / server.
F. Transactions
Internet Server Transaksi memiliki
kemampuan untuk menangani berbagai macam teknologi Web untuk mengakses aplikasi
SAP. Menggunakan SAP GUI antarmuka, baik Transaksi Web dan SAP GUI untuk HTML
adalah dua pilihan tersebut. Memanfaatkan RFC Protocol, Web Reporting, WebRFC
dan Logika Arus ITS tiga opsi lain. Internet Aplikasi Komponen merupakan
pilihan juga yang menggunakan tata letak berbasis template.
2.
User Generated Content, Blogs, Wikis,
Folksonomies, Social Networks
A. User Generated Content
Internet
atau disebut juga interconnection-networking adalah seluruh jaringan komputer
yang saling terhubung menggunakan standar sistem global Transmission Control
Protocol/Internet Protocol Suite (TCP/IP) sebagai protokol pertukaran paket
(packet switching communication protocol) untuk melayani miliaran pengguna di
seluruh dunia.
B. Blogs
Blog
(web log) adalah bentuk aplikasi web yang menyerupai tulisan-tulisan (yang
dimuat sebagai posting) pada sebuah halaman web umum. Blog mempunyai fungsi
yang sangat beragam,dari sebuah catatan harian, media publikasi dalam sebuah
kampanye politik, sampai dengan program-program media dan
perusahaan-perusahaan. Sebagian blog dipelihara oleh seorang penulis tunggal,
sementara sebagian lainnya oleh beberapa penulis.
C. Folksonomies
Folksonomies
adalah suatu sistem pengklasifikasian yang diturunkan dari praktik dan metode
pembuatan dan pengelolaan tag-tag secara kolaboratif, untuk menganotasi dan
mengkategorisasi konten.
D. Social Networks
Sosial
media adalah sebuah media untuk bersosialisasi satu sama lain dan dilakukan
secara online yang memungkinkan manusia untuk saling berinteraksi tanpa
dibatasi ruang dan waktu. Contoh seperti facebook,
myspace, hi5, Linked in, bebo, twitter, plurk, pownce, twirxr, plazes, tweetpeek, google talk, yahoo! M, skype, phorum, dll.
3.
Semantic
Web Summary
Web Semantik (atau Web Bermakna)
merujuk kepada teknik yang memungkinkan konten pada Web untuk dapat lebih
dimengerti oleh komputer. Istilah Web Semantik itu sendiri dicetuskan oleh Tim
Berners-Lee. Berdasarkan
definisi yang dikemukakan tersebut, maka pada dasarnya Semantic Web memiliki
tujuan yang sama karena Semantic Web memiliki isi Web yang tidak dapat hanya
diekpresikan di dalam bahasa alami yang dimengerti manusia, tetapi juga di
dalam bentuk yang dapat dimengerti, diinterpretasi dan digunakan oleh perangkat
lunak (software agents). Melalui Semantic Web inilah, berbagai perangkat lunak
akan mampu mencari, membagi, dan mengintegrasikan informasi dengan cara yang
lebih mudah. Sekarang, prinsip Web
Semantik disebut-sebut akan muncul pada Web 3.0, generasi ketiga dari World
Wide Web. Bahkan, Web 3.0 itu sendiri sering disamakan dengan Web Semantik.
Teknologi Web Semantik ini antara lain adalah XML,RDF, OWL dan SPARQL.
A. XML
XML (Extensible Markup Language) adalah
bahasa markup untuk keperluan umum yang disarankan oleh W3C (World Wide Web
Consortium) untuk membuat dokumen markup keperluan pertukaran data antar sistem
yang beraneka ragam. XML merupakan kelanjutan dari HTML (HyperText Markup
Language) yang merupakan bahasa standar untuk melacak Internet.
B. RDF
RDF (Resource Description Framework) adalah standar
W3C untuk mendeskripsikan Web resources, seperti title, author,
modification date, content, dan copyright information dari Web page.
C. OWL
OWL (Web Ontology Language) adalah salah satu bentuk ontology
yang memang dirancang dengan tujuan untuk digunakan oleh aplikasi yang perlu
memproses isi informasi ketimbang menampilkan informasi untuk konsumsi manusia.
OWL merupakan rekomendasi W3C (World Wide Web Consortium) dalam penulisan
ontology untuk web untuk web semantic. OWL dituliskan dalam syntax XML
(eXtended Markup Language). Selain XML dalam OWL digunakan juga bahasa XMLS
(XML Schema), RDF (Resource Description Framework) dan RDFS (RDF Schema) dan OWL
itu sendiri.
4.
Web Security
Web Security adalah keamanan untuk sebuah web atau tata cara
mengamankan aplikasi web yang di kelola, biasa nya yang bertanggung jawab
melakukan nya adalah pengelola aplikasi web tersebut. Berbicara mengenai
masalah yang berkaitan dengan keamanan di dalam era digital tidak lepas dari 3
prinsip utama yaitu : Confidentiality, Integrity, dan Availability atau
lebih dikenal dengan nama CIA. Sama halnya ketika bergelut dengan keamanan
(security) sebuah website, princip CIA sudah selayaknya dijadikan pedoman yang
harus dipahami apabila ingin website kita lebih aman dan sulit untuk diserang.
A. Confidentiality
Confidentiality memiliki makna bahwa data-data ataupun
informasi-informasi yang berada di dalam sebuah website hanya dapat di baca
atau di akses oleh orang-orang yang memang memiliki kewenangan untuk
mengaksesnya. Dalam era konsep Web 2.0 yang sedang berkembang beberapa tahun
belakangan ini, sangat memungkinkan sebuah website untuk
dapat memiliki lebih dari satu administrator. Contohnya adalah WordPress
engine.Idealisme Web 2.0 yang dapat mengajak siapa pun menjadi kontributor
artikel-artikel di dalam sebuah website, membuat siapa pun dapat mengakses
halaman administrator untuk memberikan kontribusinya baik dalam bentuk artikel
maupun manajemen. Hal ini sangat berbahaya mengingat pada halaman administrator
kita dapat mengedit file-file yang menjadi theme dari website yang bersangkutan
B. Integrity
Integrity
memiliki pengertian data-data yang berada didalam server atau website hanya
dapat diubah ataupun di delete oleh orang yang memiliki kewenangan untuk
melakukan hal itu. Sebagai contoh proses transfer dari server ke client atau
sebaliknya (dapat berupa upload maupun download), ternyata mengubah file yang
sedang di transfer tersebut, hal ini mengindikasikan bahwa sebuah aplikasi
website yang sedang digunakan tidak aman (insecure). Sama halnya jika ada
serangan sebuah virus yang dapat mengubah sebuah file, entah itu mengubah nama
ataupun isinya. Terkadang user dengan Role yang lebih rendah dari
administrator dapat (dengan cara tertentu, termasuk didalamnya karena
ketidaksengajaan) melakukan hal ini sekalipun ia tidak dapat mengakses data
yang sedang diubah ataupun dihancurkan itu. Tindakan ini terkadang adalah
tindakan yang memang tidak di sengaja oleh user tersebut, namun tetap terjadi
diakibatkan karena adanya error dalam applikasi web yang sedang digunakan. Untuk membuat website
menjadi lebih aman, hal ini tentunya harus dihindari.
C. Availability
Availability memiliki makna bahwa website harus dapat diakses
jika user ingin meggunakannya. Memang terkesan membingungkan dan tidak berbeda
dengan prinsip pertama, namun kedua prinsip ini sangat jauh berbeda dikarenakan
dilihat dari dua sudut pandang yang memang berbeda. Availability hanya
menekankan kepada dapat diaksesnya sebuah website. Mengenai siapa yang dapat
mengaksesnya itu telah dicover oleh prinsip confidentiality. Jika sebuah
website dapat diakses tanpa adanya error, itu berarti website tersebut telah
memenuhi prinsip availability ini. Hal ini memiliki makna bahwa sebuah website
haruslah dapat diakses apabila memang dibutuhkan, dengan kata lain versi yang
lebih mudahnya adalah, website harus available 24 jam 7 minggu (24/7). Website
yang terkena serangan seperti DoS (Denial of Service) yang berarti menolak
untuk memberikan service kembali dikarenakan traffic yang sangat padat sehingga
membuat server menjadi down, memberikan bukti bahwa keamanan website tersebut
telah jebol.
Kesimpulan
dan Saran
Jadi dapat disimpulkan bahwa arsitektur
website adalah sebuah bentuk perancangan dan pendesainan dari arsitektur itu
sendiri, dimana ia melibatkan teknis, kriteria estetis dan fungsional.
Daftar Pustaka :
https://blog.estuwebdesign.com/2015/11/pengertian-web-security/
Tidak ada komentar:
Posting Komentar